Selasa, 17 Februari 2009

Perpustakaan Keluarga

Adanya perpustakaan di dalam rumah dapat menciptakan suasana belajar, selain menggugah minat baca keluarga. Terdapat syarat untuk membuat perpustakaan rumah agar nyaman sekaligus fungsional. Meski sudah memasuki zaman cyberdata, namun buku tetap masih punya peranan penting sebagai sumber pengetahuan dan informasi. Karena buku dan kegemaran membaca buku pula yang membuat orang memerlukan diri memiliki tempat khusus untuk menyimpan dan 'menikmati' buku. Tempat yang merupakan oase yang tak pernah kering itu biasa juga disebut perpustakaan. Adanya perpustakaan keluarga di dalam rumah itu bagus untuk perkembangan anak. Keberadaan perpustakaan setidaknya akan mampu memotivasi keluarga untuk memiliki apresiasi terhadap buku yang kemudian akan diikuti dengan kegiatan membaca. Perpustakaan juga dapat menciptakan suasana gemar belajar bagi keluarga. Namun, tak sedikit orang yang tak mengetahui bagaimana membuat sekaligus menata ruang menjadi perpustakaan yang nyaman, tak berjarak dengan ruang lainnya, dan tentunya bisa juga memiliki unsur estetika. Tak heran bila di setiap rumah masih kerap ditemui tumpukan buku yang memenuhi kamar. Pencinta buku sejati tentu tidak akan membuangnya hanya sekadar untuk merapikan ruangan. Karena itu, ada baiknya bila kita menyediakan satu kamar atau satu sudut untuk menata koleksi buku. Tak membatasi aksesPenentuan lokasi sangat penting untuk menentukan ruang perpustakaan keluarga. Karena di sanalah kita bisa menempatkan bahan bacaan, seperti buku, majalah, dan koleksi bacaan pribadi keluarga. Sebaiknya perpustakaan tidak terletak dalam kamar tidur Ketika Anda membangun perpustakaan di rumah, maka buku-buku yang ada di perpustakaan tersebut bukan lagi mutlak milik Anda, tetapi juga milik bersama. Selain itu, anggota keluarga lainnya akan terbatas aksesnya jika perpustakaan ada di dalam kamar tidur. Desain perpustakaan harus disesuaikan dengan kebutuhan penghuni rumah. Misalnya, ada yang menginginkan perpustakaan itu juga menjadi ruang baca atau sekadar tempat untuk mengisi waktu dengan rileks. Ada juga yang mendesain perpustakaan dengan dinding kaca yang berbatasan langsung dengan taman agar dapat menikmati keasrian halaman sambil membaca buku. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk membuat perpustakaan dalam rumah. Yaitu, cukup cahaya, sirkulasi udara lancar, dan jauh dari kebisingan. Dengan begitu keluarga akan betah membaca atau menulis berjam-jam disana. Faktor pencahayaan yang cukup ini harus diperhatikan karena musuh utama buku adalah matahari. Sinar matahari yang berlebihan dapat membuat lembaran buku menjadi kusam, pudar, dan rusak. Sebaiknya perpustakaan itu jauh dari jendela, supaya koleksi buku yang ada tak terlalu kena banyak sinar. Sebagai alternatif dapat digunakan lampu khusus untuk membaca, yakni lampu dengan penutup sehingga sinar hanya mengarah ke arah obyek baca. Lampu jenis ini bisa berupa lampu meja, standing lamp, lampu dinding, atau tipe down light yang tertanam di plafon. Selain itu, perpustakaan keluarga sebaiknya juga mempunyai dinding bebas sebanyak mungkin untuk tempat rak buku. Dinding-dinding tersebut juga harus bersifat kering. Artinya, jangan gunakan dinding yang bersebelahan dengan daerah lembab, seperti dinding luar rumah, kamar mandi, dan ruang cuci. Tapi, bila perpustakaan sudah terlanjur jadi, disarankan untuk menggunakan pendingin ruangan. Karena pendingin ruangan baik untuk sirkulasi udara, sehingga buku menjadi awet. Tapi, kalau rumah tak memasang alat pendingin, maka idealnya perpustakaan itu dibangun dengan jarak 16 meter dari atas tanah. Ada baiknya juga bila Anda mempertimbangkan sudut ruang atau kamar yang memiliki kemungkinan untuk diperluas. Karena Anda tak perlu was-was jika buku akan bertumpuk bila koleksi bertambah banyak. Untuk lantai perpustakaan tak ada batasan yang signifikan. Lantai bisa terbuat dari bahan marmer, keramik atau kayu. Bagi Anda yang tak takut debu dan sanggup membersihkan setiap hari, boleh memasang karpet di ruang perpustakaan ini. Utamakan rak bukuSebagai perpustakaan keluarga, koleksi yang disimpan tentu bervariasi mulia dari fiksi seperti cerita anak, remaja, komik, sampai ensiklopedia. Koleksi bacaan ini tentu membutuhkan tempat penyimpanan atau rak buku. Namun, sebelum membuat rak yang cocok, sebaiknya Anda lebih dulu mengelompokkan buku berdasarkan ukurannya. Dengan begitu, Anda akan bisa menentukan ukuran rak buku yang sesuai. Memang, akibatnya buku-buku di perpustakaan pribadi Anda ini akan berkelompok berdasarkan ukuran buku, bukan klasifikasi kelompok ilmu pengetahuan. Namun, harus diingat bahwa ini adalah perpustakaan pribadi, bukan untuk umum. Jadi, memang hanya Anda dan keluarga yang diharapkan bisa mencari suatu judul buku dengan cepat di rak-rak buku itu. Lagipula, kita biasanya lebih ingat buku kita dari ukuran dan cover-nya, daripada pengarang atau penerbitnya. Lain halnya bila koleksi buku Anda terdiri atas banyak klasifikasi yang juga terdiri atas banyak judul. Agar mudah dikelompokkan, maka Anda bisa mencontek sistem klasifikasi seperti yang biasa ditemui di perpustakaan besar. Hanya saja Anda lebih bebas untuk memberikan nama untuk buku induknya, namun setidaknya minimal dicantumkan catatan untuk nomor induk dan judul buku. Setiap buku harus punya nomor induk yang berbeda, meski terdapat dua buku berjudul sama. Selain ditulis dalam buku induk, nomor induk juga sebaiknya dituliskan pada masing-masing buku. Pemberian nomor induk ini juga terserah Anda, misalnya 001/2002, 002/2002, dan seterusnya atau 001, 002, dan seterusnya. Selain disesuaikan dengan jumlah buku, besar rak ini juga harus mempertimbangkan luas perpustakaan. Rak tak perlu dibuat terlampau tinggi atau pun sesak agar Anda mudah menjangkau buku-buku dalam rak. Umumnya rak buku berbentuk kotak-kotak kecil atau sedang. Rak ini bisa diperoleh di toko furnitur. Atau jika Anda ingin lebih puas, tak ada salahnya merancang rak sendiri. Kalau masih menemui kesulitan, Anda bisa berkonsultasi dengan tukang kayu. Untuk bahan dasar rak, sebaiknya gunakan papan dari kayu keras, seperti jati, kamper, atau ulin. Kayu keras cenderung lebih tahan terhadap musuh-musuh kayu, seperti rayap dan bubuk kayu. Memang kayu keras memiliki harga lebih, namun bisa memberikan perlindungan tambahan bagi buku-buku Anda. Tentu saja bisa juga menggunakan bahan-bahan lain, seperti pelat besi baik yang pabrikasi maupun yang dikerjakan sendiri. Warna rak bisa dicat putih atau mengikuti warna kayu, atau tergantung selera Anda. Sebagian orang kerap menambahkan unsur kaca pada rak buku. Biasanya ini didasari alasan agar buku tak cepat kotor dan rusak. Kesannya kalau pakai kaca itu buku cuma jadi koleksi, bukan bacaan, jadi secara psikologis orang juga jadi males baca. Agar perpustakaan makin nyaman, Anda juga bisa memasang meja baca atau pun sofa. Beberapa aksesori, seperti lukisan, foto keluarga, dan foto seni juga bisa dipajang. Untuk membangun suasana, tak ada salahnya jika ada satu atau dua pot tanaman hidup di sudut ruang. Alunan musik klasik atau slow juga bisa diputar di perpustakaan. Namun, karena rak buku akan menjadi perabot yang mendominasi perpustakaan keluarga, sebaiknya kurangilah perabot lain yang kurang perlu, misal televisi. Kalau di perpustakaan ada TV, nanti nggak jadi baca malah nonton teve.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar