Oleh: Hartono Sudjadi
Minat baca masyarakat kita sebenarnya cukup baik, hanya saja ada beberapa kendala yang menghambat antara lain sulitnya para peminat baca mendapatkan bahan bacaan meningat mahalnya harga buku terutama buku-buku bacaan berkwalitas sehingga sulit dijangkau terutama masyarakat menengah-bawah. Maka, cara satu-satunya untuk mengatasi kebutuhan buku bacaan adalah dengan mencari bahan bacaan ke Taman Bacaan atau Perpustakaan. Sedangkan umumnta taman bacaan dan perpustakaan selalu menerapkan aturan-aturan dan syarat-syarat yang dirasakan masyarakat begitu rumit dan ketat. Oleh karena itu maka tidak mengherankan bila minat masyarakat untuk datang ke taman bacaan dan perpustakaan menjadi diurungkan. Terlebih-lebih, perpustakaan yang dikelola oleh pemerintah seperti Perpusda dan Perpusdes sudah barang tentu jam layanannya disesuaikan dengan jam kerja kantor, sehingga bagi masyarakat yang pada jam-jam tersebut sibuk, sama sekali tidak dapat memanfaatkan layanannya.
Gambaran nyata seperti itulah yang membuat kami, Pengelola Pondok Maos Guyub yang berlokasi di desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal memberanikan diri untuk mengambil keputusan dengan membuat terobosan menjadikan Taman Bacaan kami dikelola secara terbuka, dan tampil beda bila dibanding dengan taman bacaan lainnya dimana pun. Sejak awal berdirinya pada tanggal 27 Pebruari 2007 kegiatan kami bersifat amal dalam melayani masyarakat, khususnya dalam pelayanan kegiatan baca. Oleh karena itu sejak awal pula Pondok Maos Guyub sudah menerapkan cara layanan Taman Bacaan Jujur, artinya taman bacaan bukan saja hanya sebagai penyelenggara kegiatan baca membaca saja, tetapi juga taman bacaan bisa dijadikan sebagai forum pembelajaran bagi masyarakat sekitar agar dapat bersikap jujur, disiplin dan tertib serta memiliki rasa tanggung jawab.
Barangkali pembaca sudah sering mendengar atau mengetahui di sejumlah sekolah terdapat kantin kejujuran, maka kapan lagi ada taman bacaan jujur kalau tidak dimulai dari sekarang. Program kegiatan yang bersifat sosial tentunta harus didasaridengan rasa penuh keikhlasan serta ketulusan, oleh karena itu kalau kita benar-benar ingin menerapkan cara seperti Taman Bacaan Guyub, tentu rasa kekhawatiran akan kehilangan bahan bacaan tidak perlu ada. Berbuat baik dan tanpa pamrih untuk banyak orang tentu ada berkah dari Yang Maha Kuasa.
Cara layanan dan kegiatan pada Taman Bacaan Jujur memang berbeda dengan taman bacaan lainnya dimana pun. Oleh karena itu jangan pernah berani mencoba terjun pada kegiatan yang bersifat amal, jika sekiranya masih ada tersisa rasa takut dan khawatir kehilangan dan mengharap imbalan. Dalam kegiatan sirkulasi layanan bacaan sehari-hari taman bacaan kami tidak pernah menggunakan administrasi yang njlimet; kami tidak pernah menanyakan kartu pengenal seperti KTP, SIM dan sebagainya. Para calon anggota atau peminjam hanya cukup dihimbau baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk pengumuman. Peminjam dan anggota harus mau memberikan keterangan secara benar dan jujur tentang identitasnya seperti nama dan alamatnya. Dan, yang penting peminjam juga dihimbau agar bisa disiplin dan tertib dalam pengembalian buku yang dipinjam yaitu tidak lebih dari satu minggu serta ikut menjaga dan merawat buku yang dipinjam.
Dalam praktek sirkulasi sehari-hari, peminjam cukup menulis sendiri buku-buku yang akan dipinjam atau buku-buku yang dikembalikan dalam buku administrasi yang telah disediakan. Sehingga pengelola disini ada kesan seakan-akan tidak melayani anggota. Jadi pada Taman Bacaan Jujur untuk menjadi anggota dan peminjaman buku hanya dikenakan jaminan moral saja. Bagi orang yang memahami arti jaminan moral ini justru lebih berat, karena bagaimana pun jaminan moral sama halnya dengan jaminan harga diri seseorang.
Model layanan yang diterapkan ini ternyata justru menjadikan taman bacaan kami semakin maju, bukan malah bangkrut. Donatur buku sering berdatangan tanpa harus diminta, bahkan Pondok Maos Guyub sendiri sudah mampu menjadi donatur bagi Taman Bacaan yang lain bukan hanya taman bacaan yang berada di Kabupaten Kendal saja tetapi sudah melampaui luar jawa. Dalam pelayanannya Pondok Maos Guyub bisa menjangkau pelayanan hingga 600 anggota yang tersebar di 100 desa lebih termasuk yang ada di luar Kabupaten Kendal.
Hal lain yang dicetuskan oleh Pondok Maos Guyub adalah Pembentukan Forum Komunikasi Pengelola Taman Bacaan se Kabupaten Kendal. Hal ini merupakan wujud kepedulian Pondok Maos Guyub terhadap sesama peneglola taman bacaan di Kabupaten Kendal, agar dapat bersama-sama saling bahu membahu membawa kemajuan taman bacaan serta menggiatkan masyarkat agar dapat memiliki kegemaran membaca. Maka lewat tulisan ini kami sebagai pengelola Pondok Maos Guyub, Bebengan, Kabupaten Kendal, mengajak sesama pengelola taman bacaan dimana pun saja agar berani mencoba menjalankan kegiatan seperti yang kami lakukan selama ini. Yakin dan percayalah berbuat kebaikan terhadap orang lain senantiasa akan ada berkahNYA.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar